Pengertian Perumahan Subsidi adalah perumahan sederhana, yang spesifikasi rumahnya sesuai dengan persyaratan dari Kementrian PUPERA, sehingga konsumennya menjadi mungkin untuk mendapatkan alokasi anggaran/bantuan dalam bebagai bentuk subsidi DP dan bunga angsuran, sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah, yang dalam hal ini disebut dengan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

Standar harga perumahan subsidi telah ditentukan oleh pemerintah dan tidak boleh melebihi dari yang telah ditetapkan, dan hal ini mengikat pada syarat serta ketentuan yang telah diatur oleh kementrian PUPERA, bagi masyarakat ingin mendapatkan fasilitas KPR subsidi.

Adapun yang perlu diingat, bahwa rumah sederhana TIDAK SELALU dijual dengan fasilitas KPR subsidi. Melainkan bisa juga dengan cara KPR komersil, cash bertahap, ataupun cash keras.

Spesifikasi bangunan rumah subsidi MINIMAL harus mengikuti standar pemerintah untuk rumah layak huni. Diantaranya adalah pondasi batako, rangka atap kayu, tanpa plafon, lantai semen, kloset jongkok, carport tanah, daun pintu dobel triplek, kusen pintu dan jendela kayu murah dan cat hanya bagian depan rumah. Ini adalah standar minimal pemerintah dan tiap developer perumahan tentunya memberikan peningkatan spesifikasi rumah pada bagian yang berbeda, untuk memberikan daya saing perumahan masing-masing.

Standart pemerintah untuk jalan Perumahan subsidi MINIMAL dan umumnya yang ditemukan ialah pengerasan/jalan tanah. Namun spesifikasi jalan perumahan juga berbeda beda tergantung kondisi lapangan setempat ataupun perencanaan developer tersebut.

Tipe Bangunan perumahan subsidi MAKSIMAL adalah 36 m2 (tipe 36), namun luas tanahnya berbeda beda tergantung developer perumahan tersebut, sepanjang TIDAK KURANG dari 60 m2.

Suku bunga subsidi sekarang adalah 5% flat sepanjang tenor (jangka waktu) kredit. Angsuran tetap selama tenor dan tidak akan berubah. Berbeda dengan KPR perumahan komersil yang tidak bersubsidi, suku bunga floating dan angsuran bisa berubah sepanjang tenor, sesuai dengan kondisi pasar serta variable lainnya.

Masyarakat yang telah mengajukan KPR FLPP dan disetujui oleh pihak Bank, akan mendapatkan subsidi uang muka/DP yaitu SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan) dari pemerintah sebesar  Rp. 4.000.000 per orang.